Postingan ini adalah PR dari
Teteh Nchie, sebagai persahabatan dan Silaturahim.
Alhamdulilah, di Tahun 2003 tepatnya sebulan setelah menikah, saya langsung dipercaya sama Allah SWT untuk diberinya amanah, kehamilan yang terdeteksi sangat jelas, kondisi sangat berbeda, karena mudah lelah, mual dan inginnya hanya malas-malasan, masih enggan untuk periksa, tapi saat itu suami membelikan test pack yang dibelinya di apotik.
Dengan Bismilah, surprise! ada dua strip merah disitu, akhirnya kami ke bidan dan diberikan suntikan vitamin penguat janin serta konsultasi apa yang boleh dan tidak dilakukan.
Saat hamil Dua Bulan pertama betul-betul mabok, morning sickness terasa sekali, yang namanya mual itu terasa dari bangun tidur sampai tidur lagi, sarapan pagi saya ekstrim, yaitu kedondong, mangga muda dan salak pondoh, wajib ada, jika tidak ada bisa gak sembuh mualnya, terus siangnya ingin makan rujak bebek (tumbuk) terus dan pedas, walau banyak yang larang tetep makan sembunyi-sembunyi, yang jadi musuh adalah bawang putih dan bakso langganan di depan kantor tempat saya bekerja, jika melihat atau mencium dua makanan itu, sudah deh keluar semua isi perut, aneh tapi nyata ya.
Walau di saat dua bulan pertama hamil saya mabok dan merana karena mual, saya tetap bekerja, dan jarak dari rumah ke kantor saat itu lumayan jauh, harus naik turun metro mini, dan masih pakai high heels disaat hamil 4 bulan, kadang teman-teman suka pada bawel nyuruh jangan pakai high heels, tapi saya bandel dan egp gitu, dan disaat hamil muda jika sedang pulang kampung ke kampungnya suami, jalan sangat rusak dan banyak lobang dalam, untuk mencapai rumah mertua harus naik ojeg,
untunglah janin dalam perut begitu kuat, sehingga tak kurang suatu apapun.
Pada Bulan ketiga, saya mulai normal lagi, mual dan morning sickness tak terasa lagi, sudah doyan makan lagi dan tak begitu merasa kelelahan, justru disaat hamil saya semakin aktif, tak menjadikan alasan untuk bermalas-malasan atau memanfaatkan kehamilan untuk meminta ini itu dengan mengkambinghitamkan “ngidam” dalam kehamilan saya, tak ada istilah ngidam.
Saat hamil, rutin periksa ke bidan dan sesekali USG, makanan saat hamil tak berbeda dengan saat tidak hamil, hanya ada tambahan minum susu, dan menurut dokter susu untuk ibu hamil tak musti seperti di iklan-iklan, boleh susu apa saja tapi rekomendasi susu bubuk yang lebih banyak vitaminnya, dan tambahan lagi saya setiap hari makan satu sampai dua butir telur rebus.
Ketika hamil, jika dikendaraan umum pasti suka diprioritaskan oleh penumpang lain, dan jika duduk bersama wanita sebaya, suka diajak ngobrol dan berbagi pengalaman saat hamil, dengan orang yang baru dikenal sekalipun, ada juga mungkin pengantin baru, minta ijin pegang perut buncit saya ketika ngantri di bank, pingin ketularan katanya. Sungguh menyenangkan saat hamil itu ternyata.
Aktivitas dikantor tak pernah tergganggu, pekerjaan dirumah pun dilakukan sendiri, oh iya, ada cerita lucu nih tentang mitos saat hamil, ibu mertua sangat percaya sama mitos orang hamil harus pakai gunting kecil dan bawang putih yang digantung didalaman baju, katanya buat pengusir roh jahat, alamakkkk…….saya kan lagi musuhan sama bawang putih, akhirnya saya terpaksa pakai jika bertemu sama ibu mertua saya saja.
Ada lagi mitos, katanya membeli baju dan perlengkapan bayi saat usia kehamilan masih jauh dari bulannya melahirkan sangat tidak disarankan, karena takut ada sesuatu hal yang tak diinginkan, saya sih menyikapi dan menduga secara logis saja, jika memang sudah kodratnya selamat ya akan baik-baik saja, jika tidak, ya mungkin sudah takdir, yang penting kitanya harus hati-hati.
Dan saya melabrak mitos itu, saya nekad beli baju-baju bayi dan perlengkapan bayi jika sedang jalan-jalan, secara mencicil dari usia kehamilan saya 5 bulan, pas usia kehamilan 7 Bulan, saya cuci semua baju dan perlengkapan bayi serta disetrika agar higienis dan ditaruh di lemari khusus, sebagian popok, kain pernel, gurita, dan sarung tangan serta kaki bayi dimasukin ke tas bayi, persiapan jika terasa mau melahirkan, tinggal jinjing, tak repot lagi, apalagi saya waktu itu jauh dari keluarga karena semua keluarga di bandung dan keluarga suami di Cirebon.
Ternyata persiapan itu banyak ditiru saudara dan teman, sebab dengan cara begitu akan meringankan beban saat persiapan melahirkan, jadi pas hari H nya lahiran, tinggal mengurusi biaya lahiran saja, karena yang lainnya sudah siap dari jauh hari.
Menjelang kelahiran, sudah diprediksi dokter bahwa saya akan melahirkan pada Tanggal 20 Maret 2004, saya akan melahirkan di Bandung agar disana banyak yang mengurusi dan dekat orangtua, suami sudah mau mengantarkan saya tiga minggu sebelum Tanggal 20 Maret, tetapi saya super ngeyel, pake ngambek segala, bahwa saya inginnya pulang ke Bandung seminggu sebelum Tanggal 20 dan saya belum mau ambil cuti, tidak mau berlama-lama dirumah sebelum lahiran, itu alasannya.
Perkiraan dokter meleset ternyata, dari Tanggal 20 Maret yang diperkirakan, disaat saya sedang menyusun laporan keuangan dan proposal proyek untuk bos ke Malaysia, ada teman yang berteriak, saat lihat rok belakang saya ada bercak darah, spontan seisi kantor semua heboh, nyuruh saya pulang, ada yang nelponin suami supaya jemput dari kantornya, saya tidak panik, nyantai selesaikan laporan dan naik ke ruangan bos, teman-teman tambah mengomel karena khawatir, akhirnya kepala divisi, menyarankan supaya saya diantar sopir dengan seorang teman bernama Mba Nurul langsung ke rumah sakit.
Ternyata suami sudah sampai duluan di Rumah Sakit Ibnu Sina Jl.Kyai Thapa Grogol, diperiksa masih pembukaan dua, saat itu jam 10 pagi, diperkirakan jam 16 baru lahiran, melahirkan dengan cara normal, dalam waktu 15 menit saja bayi sudah keluar dengan mengejan tak putus-putus serta baca doa dan membayangkan teman-teman lain aja bisa kenapa saya tak bisa lahiran? akhirnya terkumpullah semangat itu yang mempermudah lahirnya Sekar.
Ekstrim lagi, saya tak mau menunggu, ketika keluarga dari Bandung menjemput, saya ingin ke Bandung saat itu juga, menginap semalam di rumah sakit, langsung ke Bandung, dengan duduk selama empat jam dengan bekas 8 jahitan, semuanya pada kaget dan berdecak-decak jengkel karena kenekadan saya, walau nekad tapi sudah saya perhitungkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Kelancaran saat saya melahirkan rupanya karena saat hamil saya banyak gerak dan aktif, juga efek makan telur rebus dan susu setiap hari membuat bayi Sekar saat itu sehat.
Alhamdulilah ya Allah telah Kau anugerahkan limpahan berkah karunia yang menjadi amanat dari Mu, Subhanallah akan aku jaga amanahMu ini sebaik-baiknya dengan segenap jiwa raga.