Pages

Subscribe:

Tuesday, January 3, 2012

Punya Anak Kecil Jadi Cara Ampuh untuk Berhenti Merokok

img

Jakarta, Berhenti merokok memang bukan perkara mudah karena nikotin punya efek besar mempengaruhi otak. Tapi sebuah studi menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki anak kecil paling mungkin untuk berhenti merokok dan dokter anak memiliki peran penting untuk membantunya.

Menurut sebuah studi baru yang dilakukan peneliti dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School, sekitar 1 dari 4 orangtua yang memiliki anak kecil paling mungkin untuk menanggapi intervensi yang diberikan untuk membantunya berhenti merokok.

Dengan hasil studi yang sudah dipublikasikan pada jurnal Pediatrics, peneliti mengatakan dokter anak memiliki peluang dan kesempatan besar untuk memainkan peran penting membantu orang untuk berhenti merokok.

"Karena dokter anak dapat memanfaatkan kerentanan mendidik anak bila orangtua seorang perokok tembakau, mereka dapat memberikan keuntungan tambahan untuk membantu kelompok perokok berhenti," jelas Dr. Jonathan Winickoff, penulis studi dan profesor di Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School, seperti dilansir Theatlantic, Senin (2/1/2012).

Dr Winickoff dan rekannya menggabungkan hasil dari 18 studi yang berbeda dari program penghentian merokok ditujukan untuk lebih dari 7.000 orangtua. Studi mencatat cara orang berhenti merokok, seperti dengan menggunakan obat, konseling atau beberapa kombinasi pendekatan yang berbeda. Selain itu, studi juga mempelajari tentang intervensi yang diperoleh dari rumah sakit, klinik bayi atau dokter anak.

Hasilnya, orangtua yang mendapat intervensi berupa nasihat dan konseling 2 kali lebih mungkin berhenti merokok ketimbang yang tidak mendapatkannya. Dan klinik pediatrik adalah tempat terbaik untuk melakukan campur tangan yang membuat orangtua berhenti merokok.

"Mengingat orangtua sering mengunjungi dokter anak untuk check-up rutin dan vaksinasi, dokter anak harus memberikan gambaran pada orangtua untuk berhenti merokok dan membantu mereka menemukan sumber untuk berhenti," jelas Dr Winickoff.

Orangtua yang berhenti merokok tidak hanya bisa mendapatkan manfaat besar untuk kesehatan sendiri, tetapi juga pada kesehatan anak-anak mereka. Studi lain yang juga dipublikasikan pada jurnal Pediatrics menemukan bahwa pada anak-anak yang orangtuanya merokok selama kehamilan mengalami penebalan dinding arteri, yang terkait dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

"Merokok berhubungan dengan pneumonia, asma, gangguan perkembangan, absensi sekolah, pembusukan gigi, kematian bayi mendadak, gangguan pendengaran dan berbagai penyakit lain," tutup Dr Winickoff.

Olahraga Dapat Mempengaruhi Kecerdasan Anak dan Remaja

img
Jakarta, Prestasi anak dan remaja di sekolah tidak hanya ditentukan oleh hasil belajarnya. Menurut penelitian, kebiasaan berolahraga juga berpengaruh karena aktivitas fisik bisa membuat fungsi dan kemampuan otak berkembang dengan lebih baik.

Hal ini terungkap dalam sebuah kajian terhadap 14 hasil penelitian yang pernah dilakukan, yang melibatkan tak kurang dari total 12.000 pelajar berusia 8-18 tahun. partisipan berasal dari berbagai negara terutama Amerika Serikat, Kanada dan Afrika Selatan.

Secara umum, hampir semua penelitian menyimpulkan bahwa aktivitas fisik saat berolahraga berhubungan erat dengan prestasi belajar para responden. Makin banyak olahraga, makin bagus prestasi akademisnya di sekolah yang ditandai dengan nilai bagus di semua mata pelajaran.

"Kami menemukan bukti yang sangat kuat terkait adanya hubungan erat antara aktivitas fisik dengan prestasi akademik," tegas Amika Singh dari Vrije Universiteit yang memimpin kajian tersbeut, seperti dikutip dari Healthday, Selasa (3/1/2011).

Menurut para peneliti, aktivitas fisik saat berolahraga bisa meningkatkan aliran darah ke otak. Salah satu fungsi darah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru, sehingga otak selalu dalam kondisi bugar karena tidak pernah kekurangan oksigen.

Selain itu, gerakan otot di seluruh tubuh juga merangsang produksi hormon-hormon yang memicu rasa tenang, sehingga konsentrasi belajar di kelas lebih terjaga. Beberapa penelitian bahkan mengatakan, olahraga membentuk saraf-saraf baru yang membuat fungsi otak meningkat.

Meski demikian, para ilmuwan masih harus meneliti lebih jauh untuk menentukan porsi olahraga yang paling tepat untuk meningkatkan prestasi belajar. Dikhawatirkan jika olahraganya berlebihan, para pelajar justru merasa kelelahan dan tidak bisa belajar.

Malaria Tingkatkan Risiko Keguguran 3 Kali Lipat

img
Jakarta, Ibu hamil harus berhati-hati dengan penyakit malaria. Penyakit mematikan ini memang telah lama diketahui menyebabkan kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa malaria meningkatkan risiko ibu hamil mengalami keguguran sebesar tiga kali lipat.

Para peneliti di Shoklo Malaria Research Unit menemukan bahwa satu episode malaria pada trimester pertama kehamilan terkait dengan peningkatan risiko keguguran sebesar tiga kali lipat. Risiko ini bukan terkait dengan pengobatan malaria, sebab peneliti menemukan bahwa perempuan yang diobati dengan obat anti malaria tidak mengalami efek samping yang serius atau meningkatkan kemungkinannya mengalami keguguran.

Menurut perkiraan, ada 125 juta kehamilan yang berisiko malaria setiap tahunnya. Selama kehamilan, malaria dapat menyebabkan anemia berat dan infeksi parasit pada janin dan meningkatkan risiko berat lahir rendah, kelahiran prematur, dan kematian ibu.

Sampai sekarang, para ilmuwan hanya sedikit mengetahui tentang efek malaria di awal kehamilan atau manfaat dan bahaya obat anti malaria selama tahap-tahap awal kehamilan. Pengobatan malaria tidak disarankan selama kehamilan trimester pertama karena terbukti berpotensi menyebabkan cacat lahir atau keguguran.

"Parasit malaria, baik plasmodium vivax maupun falciparum, memberikan kontribusi yang signifikan pada kematian janin dan bayi. Hasil ini menunjukkan bahwa efek berbahaya malaria pada trimester pertama kehamilan lebih besar daripada efek pengobatan. Kami menekankan pentingnya deteksi dini malaria serta pengobatan yang efektif untuk semua perempuan hamil dengan segara," kata peneliti, Rose McGready dari Shoklo Malaria Research Unit di Thailand.

McGready dan timnya telah melakukan peneltian di Shoklo Malaria Research Unit pada bulan Mei 1986 hingga Oktober 2010. Para ilmuwan membandingkan hasil dari 16.668 orang perempuan yang tidak mengalami malaria selama kehamilan dengan 945 orang perempuan yang hanya memiliki satu episode malaria pada trimester pertama, yaitu kurang dari 14 minggu kehamilannya.

Penelitian yang dilansir MedicalNewsToday.com, Senin (2/1/2011) ini menemukan bahwa malaria asimtomatik atau yang tidak menunjukkan gejala nyata berkaitan dengan risiko keguguran tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalami malaria. Bahkan, risiko keguguran pada ibu hamil dengan gejala malaria cenderung sampai empat kali lebih besar. Risiko ini sama di antara perempuan dengan malaria vivax dan falsiparum.

Para peneliti juga menemukan bahwa kemungkinan keguguran pada perempuan yang menerima obat malaria selama trimester pertama tetap sama, yaitu dengan obat klorokuin sebesar 26 persen, dengan kina sebesar 27 persen, dan artesunat 31 persen.

Vitamin yang Bisa Meningkatkan Daya Ingat



img
Jakarta, Daya ingat seseorang bisa mengalami penurunan karena berbagai hal, salah satunya faktor usia. Namun sifat pelupa yang menandakan penurunan fungsi memori di otak bisa dicegah dengan beberapa vitamin dan nutrisi penting lainnya.

Asam lemak omega 3, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E merupakan nutris yang sangat dibutuhkan untuk menjaga fungsi mental dan daya ingat khususnya pada lanjut usia atau lansia. Sebuah penelitian terbaru telah membuktikannya.

Asam lemak omega 3 adalah penting karena asam lemak sangat penting untuk metabolisme normal dan tidak dapat disintesis oleh tubuh. Vitamin B adalah kelompok vitamin yang larut air yang memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Vitamin C adalah vitamin larut air yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Kalsium dan fosfat adalah dua mineral yang penting untuk pembentukan tulang normal. Vitamin E adalah antioksidan yang larut dalam lemak yang menghentikan produksi spesies oksigen reaktif yang terbentuk ketika lemak mengalami oksidasi.

Penelitian tersebut telah melibatkan 104 pria dan wanita. Peneliti telah mengukur kadar nutrisi pada 104 pria dan wanita, dengan usia rata-rata adalah 87 tahun. Para ilmuwan juga melakukan scan otak untuk menentukan volume otak. Selain itu juga diberikan 6 tes umum yang digunakan untuk menilai fungsi mental. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam journal Neurology edisi 24 Januari.

Dalam penelitian tersebut semua peserta telah dikelompokkan umur, jenis kelamin, tekanan darah, indeks massa tubuh, dan faktor lainnya. Para peneliti menemukan bahwa, orang dengan kadar dalam darah tertinggi dari 4 vitamin tersebut, dinilai memiliki hasil tes kognitif yang lebih tinggi dan memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan dengan peserta yang memiliki kadar vitamin yang rendah.

Kadar asam lemak omega 3 dalam darah terkait dengan fungsi kognitif yang lebih baik dan pembuluh darah di otak yang sehat. Asam lemak omega 3 menunjukkan bahwa lemak dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan cara yang berbeda.

Sedangkan kadar lemak trans yang lebih tinggi dalam darah, secara signifikan terkait dengan kemampuan mental yang terganggu dan volume otak lebih kecil. Konsumsi lemak trans juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dengan meningkatkan tingkat kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL.

Hasil penelitian ini tidak dapat untuk menentukan apakah mengonsumsi suplemen nutrisi akan mengurangi risiko demensia. Namun, tidak ada salahnya mengonsumsi makanan sehat, seperti ikan, buah-buahan, sayuran, dan menjauhi lemak trans," Gene L. Bowman, seorang ahli saraf dari Oregon Health dan Science University seperti dilansir dari The New York Times, Selasa (3/1/2012).

Diabetes Saat Hamil Tingkatkan Risiko Anak Hiperaktif

img
Jakarta, Anak muda jauh lebih mungkin mengalami masalah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif jika ibunya mengalami diabetes selama kehamilan dan dilahirkan dalam rumah tangga yang miskin.

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) disebut juga gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas (GPPH) adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian pada suatu hal serta peningkatan aktifitas motorik yang tidak lazim dan cenderung berlebihan (hiperaktif). Gangguan ini ditandai dengan berbagai gejala seperti perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang.

Peneliti memantau 212 anak dari beragam etnis dan latar belakang sosioekonomi yang tinggal di Queens, New York, di mana 10 persen di antaranya memiliki ibu yang pernah terkena diabetes semasa kehamilannya. Dari usia prasekolah sampai usia enam tahun, seorang psikolog terlatih atau mahasiswa doktoral mengevaluasi gejala ADHD pada setiap anak tiap tahunnya.

Dalam laporan yang dimuat jurnal Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, peneliti menemukan bahwa anak yang ibunya mengalami diabetes selama kehamilan atau dikenal dengan sebutan diabetes gestasional, dua kali lebih mungkin mengalami ADHD pada usia enam tahun.

Anak-anak yang orang tuanya terkena diabetes gestasional dan dibesarkan dalam rumah tangga yang kurang berkecukupan memiliki risiko 14 kali lipat mengalami ADHD dibandingkan dengan anak-anak tanpa faktor risiko. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan pestisida dan timbal pada anak-anak akan meningkatkan risiko ADHD.

"Ibu harus menyadari bahwa diabetes gestasional dapat mempengaruhi janinnya," kata peneliti, Yoko Nomura, Ph.D., asisten profesor klinis psikiatri di Mount Sinai School of Medicine, di New York City.

Gestational diabetes mempengaruhi sekitar 5 persen dari ibu hamil di Amerika Serikat dan umumnya berkembang selama trimester kedua atau ketiga kehamilan, masa yang sama di mana janin mengalami perkembangan pesat perkembangan otak.

Ibu hamil dengan diabetes gestasional memiliki gula darah (glukosa) tinggi yang normal. Jika janin dibombardir dengan gula darah berlebih, energi yang biasanya digunakan untuk pengembangan sistem saraf dialihkan untuk menyerap kelebihan itu. Akibatnya, sistem saraf pusat jadi tidak berkembang dengan baik. Tumbuh dalam kemiskinan juga dapat akan memperburuk sistem saraf yang pada dasarnya sudah kurang baik.

"Ketika bayi lahir dalam rumah tangga yang lebih tinggi status sosial ekonominya, mereka memiliki akses perawatan medis yang lebih baik, kegiatan intelektual yang lebih tinggi, serta memiliki makanan yang lebih baik," kata Nomura seperti dilansir CNN, Selasa (3/1/2012).

"Selain itu, perempuan berpenghasilan rendah tidak dapat mengontrol diabetes pada kehamilannya sebagaimana calon ibu yang lebih sejahtera," kata Luigi Garibaldi, MD, direktur klinis pediatrik endokrinologi di Rumah Sakit Anak Pittsburgh.

Temuan ini memang tidak membuktikan secara langsung bahwa diabetes gestasional adalah penyebab ADHD, namun para peneliti mengatakan bahwa temuan ini memberi pesan kepada ibu dan dokter bahwa gestational diabetes dapat menimbulkan bahaya tersembunyi untuk anak setelah dilahirkan, terutama jika anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh tantangan.

"Mengidap diabetes selama kehamilan sendiri mungkin tidak begitu buruk. Tetapi jika tidak dikendalikan, nampaknya ada konsekuensi bagi perkembangan otak anak," kata Garibaldi, yang tidak terlibat dalam penelitian.

Apakah Efek Operasi Batu Empedu Bikin Susah Punya Anak?

img
Dok, kakak saya 4 bulan yang lalu menjalani operasi batu empedu dan kantung empedunya harus diangkat karena terdapat 2 batu yang masing-masing berdiameter 2 cm di kantung empedunya. Apakah operasi tersebut berpengaruh pada kemampuan menghasilkan keturunan Dok? Karena kakak saya akan menikah sebentar lagi. Terimakasih.

Asky (Perempuan Lajang, 17 Tahun), rank_XXXX@rocketmail.com
Tinggi Badan 161 Cm dan Berat Badan 49 Kg

Jawaban

Operasi kantong empedu (kolesistektomi) tidak menyebabkan gangguan kesuburan karena tidak ada hubungan langsung sebab akibat. Selain itu, kantong empedu dengan sistem reproduksi letaknya berjauhan sehingga secara fisik tidak akan menyebabkan masalah. Kecuali, kalau sebelum operasi tersebut memang sudah terjadi gangguan kehamilan.

Emosi Kalau Bagian Sensitif Disentuh Suami

img
Jakarta, Kenapa belakangan ini kalau suami menyentuh bagian sensitif saya, saya kok jadi emosi? Apa yang terjadi dengan saya. Mohon bantuannya. Terimakasih.

Evita (Perempuan Menikah, 32 Tahun), mama.XXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 153 Cm dan Berat Badan 50 Kg

Jawaban

Pertanyaan yang baik menurut saya bu. Saat Anda sudah tenang tanyakan pada diri Anda mengapa Anda kesal jika suami menyentuh vagina Anda? Apakah cara dia menyentuh membuat Anda kesal? Karena kalau caranya menyetuh tidak Anda sukai maka tugas Anda cepat mencari tahu apa dan bagaimana Anda ingin diperlakukan oleh suami agar membuat Anda terangsang.

Ingatlah bu, suami Anda bukanlah peramal yang bisa membaca pikiran Anda. Beritahu bagaimana membuat Anda terangsang dan apa harapan Anda sehingga ia bisa melakukan hal yang membuat Anda bergairah bukan sebaliknya.

Cepatlah eksplorasi tubuh Anda dan bimbing suami untuk memuaskan Anda. Karena saya kawatir jika suami Anda terus menerima penolakan atau sikap negatif Anda terhadap dirinya maka ia bisa lari menyentuh perempuan lain yang tidak menolak dirinya dan membuat ia merasa kompten membahagiakan orang tersebut.

Ayo jangan manjakan perasaan negatif Anda. Cari tahu sumber kekesalan Anda dan cepat perbaiki. Saya yakin Anda bisa dan masih peduli pada kebahagiaan rumah tangga Anda. Kalau tidak, Anda tentu tidak mau repot bertanya pada saya.

Zoya Amirin, M.Psi
Psikolog seksual bersertifikasi yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Perilaku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

Pengajar mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Ilmu Hubungan antar manusia, Public Relation, Ilmu Komunikasi Dasar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indones

Saat Hamil Harus Aktif


Postingan ini adalah PR dari Teteh Nchie, sebagai persahabatan dan Silaturahim.
Alhamdulilah, di Tahun 2003 tepatnya sebulan setelah menikah, saya langsung dipercaya sama Allah SWT untuk diberinya amanah, kehamilan yang terdeteksi sangat jelas, kondisi sangat berbeda, karena mudah lelah, mual dan inginnya hanya malas-malasan, masih enggan untuk periksa, tapi saat itu suami membelikan test pack yang dibelinya di apotik.

Dengan Bismilah, surprise! ada dua strip merah disitu, akhirnya kami ke bidan dan diberikan suntikan vitamin penguat janin serta konsultasi apa yang boleh dan tidak dilakukan.
Saat hamil Dua Bulan pertama betul-betul mabok, morning sickness terasa sekali, yang namanya mual itu terasa dari bangun tidur sampai tidur lagi, sarapan pagi saya ekstrim, yaitu kedondong, mangga muda dan salak pondoh, wajib ada, jika tidak ada bisa gak sembuh mualnya, terus siangnya ingin makan rujak bebek (tumbuk) terus dan pedas, walau banyak yang larang tetep makan sembunyi-sembunyi, yang jadi musuh adalah bawang putih dan bakso langganan di depan kantor tempat saya bekerja, jika melihat atau mencium dua makanan itu, sudah deh keluar semua isi perut, aneh tapi nyata ya.

Walau di saat dua bulan pertama hamil saya mabok dan merana karena mual, saya tetap bekerja, dan jarak dari rumah ke kantor saat itu lumayan jauh, harus naik turun metro mini, dan masih pakai high heels disaat hamil 4 bulan, kadang teman-teman suka pada bawel nyuruh jangan pakai high heels, tapi saya bandel dan egp gitu, dan disaat hamil muda jika sedang pulang kampung ke kampungnya suami, jalan sangat rusak dan banyak lobang dalam, untuk mencapai rumah mertua harus naik ojeg,

untunglah janin dalam perut begitu kuat, sehingga tak kurang suatu apapun.
Pada Bulan ketiga, saya mulai normal lagi, mual dan morning sickness tak terasa lagi, sudah doyan makan lagi dan tak begitu merasa kelelahan, justru disaat hamil saya semakin aktif, tak menjadikan alasan untuk bermalas-malasan atau memanfaatkan kehamilan untuk meminta ini itu dengan mengkambinghitamkan “ngidam” dalam kehamilan saya, tak ada istilah ngidam.

Saat hamil, rutin periksa ke bidan dan sesekali USG, makanan saat hamil tak berbeda dengan saat tidak hamil, hanya ada tambahan minum susu, dan menurut dokter susu untuk ibu hamil tak musti seperti di iklan-iklan, boleh susu apa saja tapi rekomendasi susu bubuk yang lebih banyak vitaminnya, dan tambahan lagi saya setiap hari makan satu sampai dua butir telur rebus.

Ketika hamil, jika dikendaraan umum pasti suka diprioritaskan oleh penumpang lain, dan jika duduk bersama wanita sebaya, suka diajak ngobrol dan berbagi pengalaman saat hamil, dengan orang yang baru dikenal sekalipun, ada juga mungkin pengantin baru, minta ijin pegang perut buncit saya ketika ngantri di bank, pingin ketularan katanya. Sungguh menyenangkan saat hamil itu ternyata.

Aktivitas dikantor tak pernah tergganggu, pekerjaan dirumah pun dilakukan sendiri, oh iya, ada cerita lucu nih tentang mitos saat hamil, ibu mertua sangat percaya sama mitos orang hamil harus pakai gunting kecil  dan bawang putih yang digantung didalaman baju, katanya buat pengusir roh jahat, alamakkkk…….saya kan lagi musuhan sama bawang putih, akhirnya saya terpaksa pakai jika bertemu sama ibu mertua saya saja.

Ada lagi mitos, katanya membeli baju dan perlengkapan bayi saat usia kehamilan masih jauh dari bulannya melahirkan sangat tidak disarankan, karena takut ada sesuatu hal yang tak diinginkan, saya sih menyikapi dan menduga secara logis saja, jika memang sudah kodratnya selamat ya akan baik-baik saja, jika tidak, ya mungkin sudah takdir, yang penting kitanya harus hati-hati.

Dan saya melabrak mitos itu, saya nekad beli baju-baju bayi dan perlengkapan bayi jika sedang jalan-jalan, secara mencicil dari usia kehamilan saya 5 bulan, pas usia kehamilan 7 Bulan, saya cuci semua baju dan perlengkapan bayi serta disetrika agar higienis dan ditaruh di lemari khusus, sebagian popok, kain pernel, gurita, dan sarung tangan serta kaki bayi dimasukin ke tas bayi, persiapan jika terasa mau melahirkan, tinggal jinjing, tak repot lagi, apalagi saya waktu itu jauh dari keluarga karena semua keluarga di bandung dan keluarga suami di Cirebon.

Ternyata persiapan itu banyak ditiru saudara dan teman, sebab dengan cara begitu akan meringankan beban saat persiapan melahirkan, jadi pas hari H nya lahiran, tinggal mengurusi biaya lahiran saja, karena yang lainnya sudah siap dari jauh hari.

Menjelang kelahiran, sudah diprediksi dokter bahwa saya akan melahirkan pada Tanggal 20 Maret 2004, saya akan melahirkan di Bandung agar disana banyak yang mengurusi dan dekat orangtua, suami sudah mau mengantarkan saya tiga minggu sebelum Tanggal 20 Maret, tetapi saya super ngeyel, pake ngambek segala, bahwa saya inginnya pulang ke Bandung seminggu sebelum Tanggal 20 dan saya belum mau ambil cuti, tidak mau berlama-lama dirumah sebelum lahiran, itu alasannya.
Perkiraan dokter meleset ternyata, dari Tanggal 20 Maret yang diperkirakan, disaat saya sedang menyusun laporan keuangan dan proposal proyek untuk bos ke Malaysia, ada teman yang berteriak, saat lihat rok belakang saya ada bercak darah, spontan seisi kantor semua heboh, nyuruh saya pulang, ada yang nelponin suami supaya jemput dari kantornya, saya tidak panik, nyantai selesaikan laporan dan naik ke ruangan bos, teman-teman tambah mengomel karena khawatir,  akhirnya kepala divisi, menyarankan supaya saya diantar sopir dengan seorang teman bernama Mba Nurul langsung ke rumah sakit.

Ternyata suami sudah sampai duluan di Rumah Sakit Ibnu Sina Jl.Kyai Thapa Grogol, diperiksa masih pembukaan dua, saat itu jam 10 pagi, diperkirakan jam 16 baru lahiran, melahirkan dengan cara normal, dalam waktu 15 menit saja bayi sudah keluar dengan mengejan tak putus-putus serta baca doa dan membayangkan teman-teman lain aja bisa kenapa saya tak bisa lahiran? akhirnya terkumpullah semangat itu yang mempermudah lahirnya Sekar.

Ekstrim lagi, saya tak mau menunggu, ketika keluarga dari Bandung menjemput, saya ingin ke Bandung saat itu juga, menginap semalam di rumah sakit, langsung ke Bandung, dengan duduk selama empat jam dengan bekas 8 jahitan, semuanya pada kaget dan berdecak-decak jengkel karena kenekadan saya, walau nekad tapi sudah saya perhitungkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Kelancaran saat saya melahirkan rupanya karena saat hamil saya banyak gerak dan aktif, juga efek makan telur rebus dan susu setiap hari membuat bayi Sekar saat itu sehat.

Alhamdulilah ya Allah telah Kau anugerahkan limpahan berkah karunia yang menjadi amanat dari Mu, Subhanallah akan aku jaga amanahMu ini sebaik-baiknya dengan segenap jiwa raga.

Bayi Ini Harus Digelitik Terus Agar Tak Berhenti Bernapas

img
Cambridgeshire, Dalam banyak kasus, seseorang bisa meninggal karena terlalu banyak tertawa. Namun seorang bayi di Inggris justru harus tertawa agar paru-parunya tak berhenti bernapas, sehingga ibunya harus selalu menggelitik tubuhnya sepanjang hari.

Bayi laki-laki bernama Benn ini adalah anak dari Sanchia Norris (41 tahun) yang lahir November 2010 di Fen Drayton, Cambridgeshire. Jika bayi lain digelitik hanya untuk bersenang-senang, bagi Benn gelitikan Norris adalah penyelamat yang membuatnya bisa tetap bernapas.

Benn mengalami apnea, semacam kondisi otot yang lemah sehingga membuat paru-parunya bisa mendadak berhenti bernapas saat sedang tidur. Dalam semalam, Morris mengatakan anaknya bisa berhenti bernapas hingga 23 kali dan sebanyak itu pula nyawanya berada dalam bahaya.

Setiap kali Benn berhenti bernapas, sebuah alarm yang dipasang untuk mendeteksi pergerakan otot paru-paru akan berbunyi dan membangunkan Norris. Dalam waktu kurang dari 20 detik, Norris harus bangun dan mulai menggelitik telapak kaki atau perut Benn untuk merangsang ototnya.

"Saya harus segera merangsang dia dengan berbagai cara, misalnya menggelitik telapak kaki, dagu atau perutnya. Itu cukup untuk membuatnya bernapas lagi," ungkap Norris yang bekerja sebagai konsultan pajak seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (28/12/2011).

Apnea merupakan kondisi yang umum ditemukan pada bayi prematur seperti Benn. Jika normalnya bayi baru lahir setelah masa kehamilan 9 bulan, Benn sudah lahir di pekan ke-24 (bulan ke-6) dan ketika itu tidak seorangpun mengira ia akan bertahan hidup sampai sekarang.

Sesaat setelah dilahirkan, Benn yang ketika itu beratnya hanya sekitar 800 gram sempat masuk Neonatus Intensive Care Unit (NICU) atau ruang perawatan intensif untuk bayi baru lahir. Namun setelah 18 pekan, dokter mengizinkannya pulang dengan dibekali alarm pendeteksi otot paru-paru.

Apakah Ada Efeknya Jika Rhesus Darah Suami Istri Sama?

img
Dok, saya dan istri memiliki golongan darah O. Namun kami belum mengetahui Rh kami apa. Pertanyaan saya apabila Rh kami positif dua-duanya atau negatif dua-duanya akan sulit untuk mendapatkan keturunan? Dan apabila mendapat keturunan maka keturunan kami akan mudah terserang penyakit berbahaya? Terimakasih.

Steven (Pria Menikah, 26 Tahun), fan_fanXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 175 cm dan Berat Badan 74 Kg

Jawaban

Penggolongan darah dengan sistem Rhesus berbeda dengan penggolongan darah dengan sistem ABO. Sistem Rhesus memiliki implikasi klinisnya sendiri. Secara prinsip, seseorang bisa memiliki Rhesus positif (Rh+) atau Rhesus negative (Rh-) pada permukaan sel darah merahnya.

Seseorang dengan Rh+ secara alami akan membentuk antibodi anti-Rhesus dalam darahnya. Sementara seseorang dengan Rh- tidak akan membentuk antibodi anti-Rh, kecuali terdapat pemicu yang sesuai.

Selama kehamilan sejumlah kecil darah bayi dapat memasuki sistem sirkulasi darah ibu. Demikian pula pada saat proses persalinan, sistem sirkulasi darah ibu dapat terpapar dengan darah bayi melalui luka-luka persalinan.

Dari penjelasan di atas, situasi yang berpotensi bahaya adalah bila seorang ibu hamil dengan Rh- memiliki janin dengan Rh+. Dalam situasi ini ibu akan membentuk antibodi anti-Rh yang dipicu oleh masuknya Rh+ dari darah bayi ke dalam sirkulasi ibu. Antibodi anti-Rh ini si ibu ini dapat menembus sirkulasi darah bayi dan menghancurkan sel-sel darah bayi.

Situasi ini dapat terjadi dengan gejala-gejala yang ringan yang hanya ditandai dengan anemia ringan pada bayi hingga parah yang dapat menyebabkan kematian bayi. Efek bahaya dari pembentukan antibodi anti-Rh ini dapat terjadi pada kehamilan pertama dimana bayinya Rh+, maupun pada kehamilan kedua (dengan antibodi yang dibentuk dari kehamilan pertama).

Oleh karena itu langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan pada ibu hamil yang memiliki Rh-. Pencegahan dapat dilakukan dengan menyuntikkan antibodi anti-Rh kedalam sistem sirkulasi darah ibu selama kehamilan atau segera setelah persalinan.

Ini dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan sel-sel darah bayi dengan Rh+ yang beredar dalam sirkulasi ibu sebelum sistem imun ibu dapat mengenalinya dan membentuk antibodi anti-Rh dalam jumlah cukup besar untuk menimbulkan masalah bagi janin.

Status Rhesus seseorang (termasuk janin) ditentukan oleh kombinasi dari status Rhesus orang tuanya, dimana Rh+ dominan terhadap Rh-. Jadi jika ibu hamil memiliki Rh- dan suaminya Rh+, belum tentu bayinya akan memiliki Rh+, sebab masih ada kemungkinan ayah memiliki Rh- yang tidak dominan (tidak muncul) namun diturunkan pada anaknya dan berkombinasi dengan Rh- dari ibu sehingga menjadikan anaknya Rh-.

Jadi, kekhawatirannya justru bukan pada situasi dimana kedua suami istri memiliki status Rhesus yang sama. Jika kedua suami istri Rh-, maka janinnya pasti juga Rh- dan tidak ada kekhawatiran penyakit seperti disebutkan di atas.

Jika kedua suami istri Rh+, maka juga tidak perlu dikhawatirkan sebab apapun status Rhesus janinnnya, sistem imunitas ibu yang telah memiliki Rh+ tidak akan secara berlebihan terpicu untuk membentuk antibodi anti-Rh hanya dikarenakan janinnya memiliki Rh+.